NTB EXPOSE. Lombok Tengah- Kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) dalam rangka peningkatan kapasitas pengelola homestay penerima bantuan huntara yang diselenggarakan di desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan Bimtek tersebut diselenggarakan langsung oleh Kemenparekraf dan dihadiri juga oleh Ditjen kementerian PUPR. kepala Dinas Pariwisata Loteng, Politeknik Pariwisata ( Poltekpar ) Lombok.
Kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas pengelola homestay di desa wisata Mandalika dibuka oleh Direktur Pengembang Destinasi II Kemenparekraf yang diwakili oleh bapak Farouk Alfian selaku Subkoordinator I-B. Dalam sambutannya beliau memaparkan bahwa Bimtek Pengelola Sarhunta Memperkuat Destinasi Prioritas Mandalika Direktorat Pengembangan Destinasi II Hadir Dalam Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Sarhunta di Mandalika.
Kegiatan ini membuktikan kehadiran pemerintah pusat dalam mempersiapkan Destinasi Super Prioritas Mandalika untuk berbenah mendukung event MotoGP. Pada tanggal 18 Feb, Direktorat Pengembangan Destinasi II bersama dengan Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah dan masyarakat Kampung Homestay melakukan jumat bersih, membersihkan lingkungan dan melakukan pemasangan pagar.
Pada tanggal 19 Feb kegiatan berlanjut di Dusun Mong 1 Desa Kuta dan di Gila Trawangan, Direktorat Pengembangan Destinasi II bersama dengan Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah, Poltekpar Lombok melakukan Bimtek bagi pengelola sarhunta dengan memberikan materi berupa tata boga, tata hidang, dan hospitality.
Disaat yang bersamaan Menparekraf juga mengunjungi kegiatan Bimtek Pengelolaan Sarhunta di Gili Trawangan. Kunjungan Menparekraf akan berlanjut ke Kampung Homestay pada 20 Feb untuk meninjau kondisi lingkungan dan keperluan lainnya.
Adanya bimtek dan penataan lingkungan Desa Wisata di sekitar DSP Mandalika dapat menyambut event MotoGP yang akan digelar pada Maret 2022. Diharapkan masyarakat siap dan dapat mengambil peluang ini dengan sebaik mungkin.
Kepala dinas pariwisata Lendek Jayadi dalam sambutannya menekankan bagaimana kita memuliakan tamu bukan sekedar kita terima tapi kita muliakan.
apa yang kita,” tanya Lendek Jayadi. Bahwa kita harus muliakan apa kebutuhannya, bagaimana etika sopan santun dan keramahan kita,”katanya.
Disamping itu Kadispar Loteng juga mengucapkan kepada terimakasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang dari Pusat dan maupun Provinsi yang sudah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga, bahkan sudah membangun 300 kamar penginapan di Lombok Tengah ini.
Dengan adanya Bimtek ini kami berharap supaya masyarakat bisa langsung bekerja dan mempraktekkan ilmu yang didapat. Pengelolaan Sarhunta itu bukan sekedar mengerjakan kamarnya tapi mengerjakan lingkungannya bersama dengan seluruh pihak terkait.
Ibu Rini Dyah Mawarty, S.T., M.T (Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara I. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR ) selaku penyelenggara program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni atau rumah swadaya sebagai fungsi usaha seperti homestay. Homestay yang sudah dibangun sebanyak 398 dengan rincian 300 unit di Lombok Tengah dan 98 unit di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
Masyarakat penerima bangunan homestay ini adalah bukan dari pelaku wisata sehingga diberikan pelatihan dan terus dibimbing bagaimana pengelolaan homestay dan penerimaan tamu.(*)












