Lalu Karyadi S. Kom M. kom : Kehadiran GRADASI adalah wujud nyata #kolaborasi membangun negeri# di era digitalisasi
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dunia digital adalah gambaran umum yang berhubungan dengan modernisasi juga perangkat didalamnya, wadah manusia modern melakukan segala kegiatan.
Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi.
Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar,” ungkap Lalu Kariadi, S.Kom, M.Kom, kepada media Sabtu (26/2)
Lalu Karyadi selaku Direktur LKP P-Com Education Centre yang dipercaya sebagai pemegang mandat DPD Gradasi NTB mengatakan. Menyikapi hal itu, maka baru-baru ini Generasi Digital Indonesia (Gradasi) DPD NTB menggelar literasi digital #MakinCakapDigital dengan tema ” Etika Berinteraksi dan Berkolaborasi di Ruang Digital”.
Diklat yang digelar pada Sabtu 26 Pebruari 2022 di Praya Lombok Tengah ini diikuti oleh puluhan peserta dari unsur generasi muda milenial. Diklat ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi seperti Gunawan Putra, Direktur Lombok Sevent Advertising, Baiq Rianis isntruktur Digital marketing P-Com Education Centre dan beberapa narasumber lainnya.
Dijelaskan L. Karyadi, adapun tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Dalam menggunakan media digital, diperlukan kecakapan digital. “Kecakapan digital adalah kemampuan kita untuk memahami, mengarahkan dan memanfaatkan teknologi internet dengan literasi data dan informasi,”paparnya.
Sementara kemampuan digital adalah bagaimana kita bisa memahami teknologi internet sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan jaringan komputer diseluruh dunia, lalu mengarahkan teknologi internet dengan literasi data dan informasi kearah yang positif kreatif dan produktif, memanfaatkan literasi data dan informasi untuk kepentingan diri, keluarga dan masyarakat khususnya di bidang Pendidikan, ekonomi, Kesehatan, keamanan dan kenyamanan.
Lalu Kariadi yang akrab disapa Bang Arie juga mengatakan siapapun tanpa terkecuali, ketika online (menggunakan internet), harus menjunjung tinggi dan menghormati nilai kemanusiaan, kebebasan berekspresi, perbedaan dan keragaman, keterbukaan dan kejujuran, hak individu atau lembaga, hasil karya pihak lain, norma masyarakat serta tanggung jawab.
“Yang harus diperhatikan dalam dunia siber yakni hargai orang lain di dunia siber, postingan mencerminkan kepribadian diri, tidak mengunduh konten bajakan di internet, tidak boleh plagiat, hargai privasi diri dan orang lain, berpikir kritis,” jelasnya.
Selain itu seperti dijelaskan Gunawan Putra, dunia internet mempunyai banyak pihak yang berkompetensi untuk membuahi pikiran kita, mereproduksi gagasan, pikiran dan kepentingan, juga cita-cita.
“Jutaan akun, milyaran konten, jutaan aplikasi, jutaan interaksi, jutaan kehendak, jutaan nilai budaya berkompetisi untuk muncul di layer kecil bernama smartphone. Adapun yang disebut hegemoni budaya di ruang digital, kelompok yang mendominasi berhasil mempengaruhi kelompok yang didominasi untuk menerima nila-nilai moral, politik, dan budaya dari kelompok berkuasa,” katanya.
Hegemoni terjadi ketika masyarakat yang dikuasai oleh kelas yang dominan bersepakat dengan ideologi, gaya hidup dan cara berpikir dari kelas dominan sehingga kaum tertindas tidak merasa ditindas oleh kelas yang berkuasa.
Sebagai pembicara terakhir, Baiq Rianis satu satunya narasumber perempuan menambahkan,” sekarang ini ada kelompok-kelompok yang mampu memberi pengaruh di ruang digital. Pertama ada generasi muda, perempuan dan pengguna internet.
“Generasi muda, cenderung berani berinovasi dan tertarik untuk mencoba hal-hal baru, selain itu mereka juga merupakan trendsetter sekaligus mengikuti tren itu sendiri. Kemudian terkait segmen perempuan, ketika di masa sulit maka keputusan konsumen perempuan akan lebih rasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini juga disusun kepengurusan DPD GRADASI NTB masa bhakti 2022 hingga masa akhir kepengurusan periode pertama ini berakhir. Diklat ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosialisasi DPD GRADASI NTB dan literasi digital di NTB. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada kegiatan mendatang.
Kegiatan ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, terutama kepada komunitas digital NTB. Mengingat program literasi digital ini hanya akan berjalan dengan baik dan mencapai target partisipan, jika turut didukung oleh semua pihak,” tutup Lalu Karyadi. (ntbexpose/03)






