NTB EXPOSE.Lombok Tengah – Setelah 3 tahun lamanya tersendat oleh pandemi Covid 19, Akhirnya gelaran L’ Etape Indonesia Tour De France dapat terselenggara di Kabupaten Lombok Tengah NTB pada tanggal cantik 20-02-2022 ini.
Dihadapan awak media saat konferensi pers di Hotel Novotel Kuta Mandalika, Sabtu (19/02/22 ). Ketua Komite Olahraga Nasional (Koni) NTB, Andi Hadianto menyampaikan Adanya gelaran L’ Etape di Lombok Tengah adalah sebuah kebanggaan buat NTB jadi penyelenggara pertama di Indonesia.
Dinformasikan, alasan utama dipilihnya Lombok karena tempatnya yang cantik dan memiliki panorama indah. Sehingga menarik minat Dunia untuk mengadakan even internasional seperti Moto GP dan sebagainya.
Ditargetkan, dalam setahun minimal bergulir 6 even untuk genjot pariwisata. Menyadari, Sport Tourism diproyeksi mampu hasilkan multiplayer efek luar biasa, ekonomi terdongkrak, semua pihak terangkul. Selain itu dapat merangsang generasi makin kreatif, dapat terlibat langsung seperti ikut jadi peserta balapan sepeda, menciptakan prestasi dan menangkap peluang lainnya.
Arie Prasetyo, Direktur opersional ITDC sambut bahagia L’Etape yang pertama dan ditunggu-tunggu, tahun ini jadi momen baik untuk memulai ditengah pandemi. ” Sebagai pihak pengelola wilayah KEK Mandalika, kami sangat mendukung dengan konsep sport and entertainmen,” ujarnya.
Diketahui, banyaknya kegiatan olahraga berkelas dunia yang sudah eksis bergulir secara lepas, itu jadi modal utama, diupayakan, L’ Etape bisa jadi Even tetap setiap tahun.
Arie menuturkan, sudah ada 3 even terjadwal yang mencakup Branding Mandalika GP Series yakni Moto GP, WSBK, dan GP Challange Asia. Menyusul Branding Mandalika Experience seperti L” Etape dan bisa saja ada lomba lari atau pun Surfing.
Lalu Amjad Kabid Promosi Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi NTB, selaku perwakilan menambahkan, Sport Tourism sekaligus kegiatan yang pas dimasa pandemi untuk imunitas kekebalan tubuh di alam terbuka.
Suporting Dinas pariwisata, beber Amjad, mungkin tidak terlalu bernilai hanya bisa mengapresiasi karena kondisi covid-19,
” Terimakasih telah memilih Lombok Tengah khususnya dan NTB umumnya dipercaya sebagai lokasi, kepada 1.300 peserta diucapkan selamat balapan, ” imbuhnya.
Zacky Badrudin, Director Even L’ Etape Indonesia menjelaskan, bersama tim
Tour De France telah lakukan survei sejak 2019 lalu. Dinilai, Lombok tempat yang tepat, jalannya sudah bagus, ada tanjakan, pantai, dan juga orang-orangnya ramah. Semula even terencana berlangsung di tahun 2020, namun terpaksa dicancel karena pandemi dan akhirnya baru sekarang terwujud.
Tercatat, pendaftar sudah capai 1.308 orang pesepeda domestik dan selebihnya berasal dari 21 negara.
Diungkapkan, tanpa adanya dukungan Pemda Loteng even tidak akan jalan, disanalah letak safety nya, bagaimana semua dilibatkan terlebih pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan penggunaan produk-produk lokal.
Soal kategori lomba, sambung Zacky, ada yellow jersey untuk over old, volcadot jersey untuk adu nanjak, green jersey untuk flat, white jersey untuk 25 tahun kebawah. Ada 2 kategori jarak, pertama 124 kilo, kedua riding sepanjang 84 kilo.
” Gelaran L’Etape indonesia jadi hari pertama kick off season 2022 di seluruh dunia dimulai dari Lombok Tengah,” paparnya.
Dipastikan, kegiatan berlangsung dengan prokes ketat, seluruh panitia dan peserta wajib diswab antigen, sudah vaksin 2 kali, dan harus ada surat dokter.
” Insya Allah tidak ada yang perlu dikhawatirkan, asuransinya pun juga sudah dicover oleh Jaga Diri, ” akunya.
Sedangkan Delegasi Kemenparekraf Dessy Ruhati, kemukakan even L’Etape jadi salah satu pelopor hidupnya kembali even-even di Indonesia pasca pandemi. Dikesempatan L’Etape, Ia ingin mengusung identitas lokal untuk ditonjolkan.
” Sebut saja misalnya L’Etape Indonesia Tour The Mandalika atau Lombok Tengah, kita harus populerkan itu,” usulnya.
Desi mengabarkan, Sandiaga Uno juga turut jadi peserta bukan hanya beri sambutan.
Sesuai intruksi Presiden, diharapkan kegiatan tersebut jadi pendongkrak destinasi Even Internasional maupun Nasional. Tak lupa branding-branding lokal harus muncul contoh nyata semacam penggunaan jersey dan medali bermotif kain tenun dibuat dan dibeli dari hasil produksi lokal.
Dalam peranannya, Kemenparekraf terapkan mekanisme kolaboraksi artinya hasil kerjasama dari semua pihak. Ada peran Ms glow, Bank Mandiri, Jaga Diri, Air Minum Narmada, dan Pemda setempat.
” Kami fasilitasi perizinan di Mabes Polri, Satgas Covid, dan Kemenkes, ” jelasnya.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mewakili 1 juta 49 ribu penduduk mengucapkan terimakasih karena telah berimplikasi terhadap kondisi masyarakat.
Ia telah melakukan persiapan matang sambut kedatangan ribuan tamu L’Etape karena sudah lama diagendakan.
” Struktur tanah di selatan berbeda, sehingga jauh-jauh hari kami telah berupaya perbaiki jalannya dulu,” terang Pathul.
Tentu, tambah Pathul, gelaran even tidak mengkhianati upaya tersebut, Pemda akan dapat serapan PAD besar dari setoran pajak hotel dan lainnya, serta mampu akomodir belanja kebutuhan di masyarakat sebagai solusi pendapatan pengusaha lokal.
” Apalagi L’Etape ini bertepatan dengan gelaran Bau nyale yang sudah masuk Top 10 Kalender Even Nasional, maka akan semakin memaksimalkan pergerakan ekonomi, ” optimisnya.
Dikesempatan itu, Pathul tidak luput menyanjung peran media, kolaborasi solid yang terbangun selama ini dalam penyebaran informasi baik telah mengantarkan Daerah dapat menatap perubahan kemajuan seperti yang nampak.
Diakhir sambutannya, Pathul mengajak semua pihak banyak- banyak bersyukur, karena atas kehendak Tuhanlah, semua bisa terjadi. (irsyad)












