NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Semakin naiknya angka positif di Lombok Tengah dan kembali di bukanya ruang isolasi pasien rujukan Covid 19 di RSU Praya menandakan pemerintah harus kembali mengaktifkan satgasnya. Demikian di katakan ketua Pemuda Pancasila Loteng M Samsul Qomar dalam rilis resminya baru baru ini.
Penambahan kasus dan beroperasinya ruang isolasi di beberapa RS rujukan Covid tidak boleh di sepelekan dan di anggap remeh. “ kita boleh saja bosan dengan situasi pandemi ini namun tidak lantas abai dan menganggap remeh kenaikan kasus ini,” ujarnya.
Pria yang juga mantan Jurnalis ini meminta Bupati Lombok Tengah segera melakukan antisipasi lanjutan, setelah mampu melakukan vaksinasi di angka 90 persen dan sedang berjuang di vaksinasi bagi anak dia menyarankan agar menghidupkan kembali satgas covid untuk bisa bekerja melakukan tracing kontak dan percepatan vaksin untuk anak anak sebelum pergelaran MotoGP Maret mendatang.
Pemuda pancasila memandang, keselamatan rakyat saat ini lebih utama ketimbang bisnis dan hiburan sehingga itu di jadikan prioritas utama oleh pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten kota di NTB.
Sejauh ini, di tambahkannya, kebosanan masyarakat akan pandemi ini dipahami dan dimengerti namun seperti sejarah yang pernah ada pandemi akan berlangsung paling cepat 5 tahun dan bisa sampai 10 tahun .” Kami tahu rakyat bosan kami juga bosan tapi ini sudah ada ilmunya sudah ada bukti sebelumnya kalau pandemi memang berlangsung lama,” paparnya.
Dirinya mendukung upaya pemerintah mempercepat vaksinasi bagi anak anak agar kemungkinan penularan dan terinveksi virus bisa di perkecil dan tidak sampai mengakibatkan kematian.
Menyinggung soal gelaran MotoGP, MSQ menunjuk saat ini kondisi Lombok pada umumnya sangat longgar malah pergelaran acara peresean dan nyongkolan sudah mulai di laksanakan di beberapa tempat. “ kayaknya sudah longgar sekali sudah banyak acara yang mengahdirkan orang banyak, sementara prokesnya sangat minim, ini yang harus menjadi atensi pihak panitia jangan sampai acuh dengan kondisi ini, soal Moto GP mungkin akan tergantung kasus pada Februari ini kalau sangat banyak dan tinggi bisa jadi di tunda untuk seri yang akan datang ,” ulas mantan ketua Komisi II DPRD Loteng ini.(ntbexpose/03)










