NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Merintis lembaga sejak tahun 2011, Sanggar Sunny Art Praya memiliki tekad dan mimpi yang besar untuk turut serta berkontribusi membantu pemerintah juga masyarakat dalam memajukan pendidikan di Lombok Tengah.
” Kami benar-benar memulai perjuangan berat, satu tahun pertama, hanya dapat 1 murid dengan 1 program saja yaitu mewarnai, ” Ungkap Neny Rohningsih selaku kepala sanggar.
Ia menceritakan, tahun demi tahun jadi perjalanan panjang, namun dengan terus menumbuhkan semangat dan komitmen dalam berinovasi dan berkreasi, apa yang dicita-citakan perlahan terwujud, hingga mampu mendirikan sekolah TK pada tahun 2017.
” Alhamdulillah, 11 tahun berjalan, kami kini sudah memiliki banyak siswa dari berbagai tempat sampai Mataram dan Lotim, tenaga pengajar lengkap dan program belajar bertambah jadi 9 item, ” sambung Neny.
Perempuan lulusan Fakultas ekonomi Unram dan PGSD itu, juga sukses mengembangkan akses pembelajaran tambahan bagi peserta didik diluar jam formal dengan membuka Les atau Private untuk internal dan umum baik di sekolah maupun melalui sistem BDR ( Belajar Di Rumah ).
Tidak hanya itu, torehan prestasi sudah banyak diraih, puluhan piala berhasil dikoleksi hingga tidak bisa ditampung dilemari sekolah sampai anak-anak menyimpan pialanya sendiri dirumah.
” Kami sangat aktif dan rutin mengikuti berbagai ajang perlombaan mewakili Loteng dibanyak tempat, bahkan pernah menjuarai tingkat Provinsi yang membawa nama lembaga jadi terkenal diluar sana,” bangganya.
Menyadari pentingnya sebuah kompetisi untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa, selain jadi peserta, pihaknya sendiri juga sering mengadakan lomba secara berkala. Seperti halnya menyambut Ultah ke-11 bulan februari mendatang akan diselenggarakan aneka lomba kategori umum diantaranya lomba mewarnai, menyanyi, dan fashion show busana adat sasak di wilayah Kopang.
” Lomba sangat bermanfaat, sebagai wadah atau sarana mengekspresikan bakat, mental dan pengetahuan anak, bagi yang ingin mendaftarkan anaknya ikut lomba, silahkan ke sanggar,” serunya.
Diharapkan campur tangan pemerintah lebih intens, memberikan dukungan atau perhatian penuh supaya bisa bersinergi terutama dalam mengadakan even-even sesering mungkin. Karena selama ini, sanggar hanya bergerak atas inisiasi sendiri menggandeng pihak swasta sebagai sponsor. Belum pernah diajak berkolaborasi oleh Pemda Loteng padahal ada segudang potensi dari anak-anak Loteng yang tidak boleh diabaikan, harus dikembangkan agar dapat memotivasi mereka menjadi generasi pemenang. ( irs )












