Reza Setiawan ST M.Sc : Kami tidak menyalahkan masyarakat namun kami akan cari solusi bersama
NTB EXPOSE Lombok Tengah – Peristiwa perusakan jalan By pas BIL KEK Mandalika yang menelan anggaran sekitar 814 milyar tersebut dan menuju Sirkuit Moto GP yang sempat mencuat kepermukaan beberapa hari lalu dengan alasan untuk mencegah banjir di Dusun Songgong Desa Sukadana seperti dimuat dimedia ini sebelumnya telah memancing reaksi beragam berbagai pihak. Rupanya hal itu disengaja dilakukan dengan alasan untuk menghindari banjir di kampung warga Dusun Songgong Desa Sukadana Pujut yang masuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Terkait hal tersebut menurut Reza Setiawan ST. M. Sc selaku Kepala Balai Jalan Negara di Mataram saat dikonfirmasi wartawan baru baru ini, ia menjelaskan, di lokasi saat itu terjadi hujan deras dari jam 9 malam sampai jam 4 pagi dan dikhawatirkan terjadi banjir, maka inisiatif dari masyarakat setempat mereka terpaksa membongkar jalan by pass tersebut menggunakan exsavator, ” jadi jalan tersebut bukan amblas karena hujan ataupun penyebab lain, hal itu dilakukan semata mata agar air yang menggenang bisa dialirkan untuk mencegah banjir di Dusun Songgong,” jelas Reza Setiawan.
Dijelaskan Reza, kami bersama rekan rekan dilapangan sudah berdiskusi membicarakan hal tersebut bersama ITDC, BWS dan masyarakat untuk mencari solusi atau jalan keluar agar air genangan tersebut bisa dialirkan ke tempat semestinya, “kalau dari kami sudah membuat Cross Drain disana dan kami juga sudah membicarakan hal ini bersama pihak pihak yang berwenang disana berhubung jalan ini masih dalam tahap masa pemeliharaan maka akan diperbaiki lagi oleh penyedia jasa kita,” jelasnya.
Sekali lagi saya tegaskan Jalan tersebut bukan amblas karena bencana alam namun karena masyarakat ingin solusi cepat ya terpaksa jalan itu dibongkar mereka untuk menghindari musibah banjir,” sambung Reza. Walau tidak dipungkiri ini termasuk kategori perusakan namun kita dapat memaklumi dan kita tidak bisa menyalahkan masyarakat,” ucap Reza.
Kedepan kami akan mencari solusi yang baik bersama semua pihak dan berhubung jalan ini masih masa pemeliharaan, kami akan meminta penyedia jasa untuk memperbaikinya kembali. Dan setelah itupun nanti kita akan sama sama sepakati kalau sudah diperbaiki jangan sampai dibongkar lagi,” kata Reza.
Diungkapkan Reza, adapun PT. yang mengerjakan jalan tersebut adalah PT. Adi Karya Metro, khusus untuk di pengerjaan jalan tersebut paket 1 dan paket 2 masing masing ada 2 PT yang dilibatkan sedangkan dipake 3 hanya 1 PT, jadi ada 5 PT yang dilibatkan secara keseluruhan pada pengerjaan jalan tersebut,” kata Reza.
Dari PT. Adi Karya mereka akan memperbaiki seperti semula, cuma disini akan ada tambahan karena pembuangan langsung kearah sungai Songgong dan ini nantinya akan dievaluasi juga bersama BWS dan ITDC karena ini arahnya ke lahan milik ITDC dan secara komprehensif dari kita sudah lengkap mengerjakan mulai dari bangunannya dan saluran drainasenya tinggal jalurnya ini juga harus dicari karena kami dapat informasi ada beberap lahan yang masih jadi pemukiman disana dan kami harus mencari jalur air yang tepat untuk membuang genangan air
Dijelaskan Reza berhubung jalan ini masih masa pemeliharaan sampai bulan Oktober tahun 2022 jadi masih panjang waktunya. Kedepan mudah mudahan tidak ada kerusakan lagi, mohon doanya,” kata Reza. Kami mohon bantuan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat nanti kalau terjadi hal hal seperti itu mohon untuk didiskusikan dulu secara baik baik supaya kita sama sama cari solusi terbaik apabila ada kendala kendala di lapangan,” Kata Reza Setiawan.(Ntbexpose/02)












