Ket foto: situasi halaman parkir di masjid Baiturrahman dusun Pendagi desa Kopang Rembiga.Tidak ada fasilitas kamera pengintai atau cctv yang sangat dibutuhkan sebagai alat bukti utama bila terjadi tindak kejahatan di areal masjid
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Lombok Tengah mulai tidak aman. Dalm sepekan, dua unit sepeda motor hilang diembat maling di tempat berbeda. Kemarin, Rabu, (22/9) sepeda motor Beat milik H. Zahrun Yasin hilang dalam hitungan menit. Motor milik warga Karang Taliwang Cakranegara ini hendak melakukan sholat zuhur di masjid Baiturahman dusun Pendagi desa Kopang Rembiga. “Saya datang dari arah timur, numpang sholat zuhur. Setelah selesai sholat, motor saya tidak ada di tempat, ” kata Zahrun melalui ponselnya. Karena begitu kehilangan, Zahrun langsung memposting peristiwa kehilangan ke medsos dan meninggalkan no ponsel milik istrinya, Hj. Alfia.
Pada saat kehilangan, langsung dilaporkan ke Polsek Kopang yang tak jauh dari lokasi kejadian (TKP). Sangat disayangkan, masjid yang berada di pinggir jalan lintas Kabupaten ini tidak dilengkapi kamera pemantau atau cctv. “Masjid ini tidak dilengkapi cctv, ” sambungnya.
Beberapa hari sebelumnya, di tempat berbeda, sepeda motor milik Bang Eful pun raib. Lelaki paruh baya yang sehari hari bertugas sebagai security di pasar Jelojok ini harus kecewa dan mengutuk pelaku. Karena pagi itu, Eful pulang setelah melakukan tugas piket semalam. Setelah sampai di rumah, motor diparkir di jalanan rumah. Kondisi saat itu sedang ramai. Warga melihat ada dua orang masuk ke halaman rumah dan keluar memakai motor yang baru saja diparkir. Warga mengira, mereka adalah teman Bang Eful dan sedikitpun tidak menaruh curiga. Pelaku yang bukan warga Kopang ini, dengan leluasa melenggang membawa kabur motor yang belum lama dibeli pemiliknya.(LPA/007)












