NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kejadian Lakalantas yang terjadi pada bulan puasa lalu di depan Ponpes Nurul Ijitihad Alma’arif Lenser Kuta Pujut saat ini masih menyisakan masalah. Pasalnya sejumlah santri yang menuntut ilmu di Ponpes tersebut mengeluhkan tertutupnya akses masuk menuju Ponpes mereka.
Akses yang tertutup itu akibat tumpahan bahan material beton milik PT. Proyek di Sirkuit MotoGP meliputi kerusakan jalan utama pondok pesantren seperti Gapura atau Gerbang Utama ponpes dan semua tembok hancur lebur ditimpa beton yang beratnya mencapai belasan ton
Diketahui ruck tronton yang membawa material beton untuk pembangunan Sirkuit, mengalami kecelakaan dan menabrak tembok pembatas Ponpes hingga menutupi seluruh akses masuk para santri, otomatis proses Kegiatan Belajar Mengajar di Ponpes lumpuh total.
Pengasuh Ponpes Lenser TGHL Sulhi ketika ditemui wartawan baru baru ini membenarkan kejadian tersebut. Dia selaku Pimpinan Pondok Pesantren berkali -kali meminta kepada perusahaan yang membawa material tersebut untuk segera membersihkannya, namun sejauh ini belum diindahkan sehingga proses kegiatan belajar mengajar di Ponpes tersebut terganggu.
Menurutnya kecelakaan yang terjadi tersebut sudah ditangani pihak Polsek Kuta,” Namun sejauh mana prosesnya kami belum tahu, yang jelas pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut belum ada tanggapan,”tutur Tuan Guru Sulhi.
Dari pantauan wartawan di TKP beberapa bari lalu terlihat ada upaya dari pihak PT. Proyek MotoGP melakukan pembersihan puing-puing material di Gerbang Ponpes tersebut.
TGH Sulhi menegaskan, pihak Ponpes tidak meminta apa-apa selain tembok yang rusak akibat kecelakaan tersebut dibangunkan kembali seperti semula.”Namun sejauh ini belum ada penyelesaian pihak perusahaan. Sementara Kapolsek Kuta saat di cari wartawan ke Mapolsek Kuta untuk di Konfirmasi terkait pembanganan kecelakaan tersebut tidak berada di tempat.(ntbexpose/03)






