NTB EXPOSE. Lombok Tengah
Program studi banding para pengelola salon salon kecantikan ditengarai berkedok UMKM disorot masyarakat. Dari informasi yang diterima wartawan menyebutkan, studi banding tersebut dinilai abal abal tidak ada guna dan menghamburkan uang rakyat disela sela keprihatinan dalam menghadapi pandemi Covid 19.
Sumber yang minta dirahasiakan namanya itu mengatakan, bahwa SPPD atau sumber anggarannya berasal dari dana aspirasi salah seorang anggota DPRD Loteng bernama Tohri S.Pdi dari Partai Nasional Demokrat.
Dijelaskannya, sekitar 90 persen pengelola Salon kecantikan diikutsertakan sementara UMKM dari sektor lainnya 10 persen. selain itu ada 2 orang Anggota DPRD dan Pegawai Dinas Koperasi/UKM ikut juga.
“Sebenarnya ada 30 orang yang akan diikutsertakan, mereka sebagian besar dari pengurus salon salon kecantikan termasuk Janet Salon tapi dia ada masalah makanya dicoret.
Studi banding tersebut dinilai mubazir kebanyakan main main atau plesiran. Kan sayang dana ratusan juga dihambur hamburkan untuk program yang tidak penting dengan hasil yang tidak jelas,” kata sumber lainnya.
Kepala Dinas Koperasi/ UKM Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat Ikhsan S.Hut saat dikonfirmasi wartawan Kamis ( 24/6) mengatakan, ” dirinya benar sekarang sedang di Jogya dalam rangka mendampingi peserta studi banding. Dia mengatakan memang yang diutamakan adalah para pelaku usaha sektor tata rias dan kecantikan bersama pelaku kuliner.
Pertumbuhan salon di Lombok Tengah luar biasa, sehingga kami ingin mereka bersatu dalam wadah koperasi agar mudah untuk melakukan pembinaan sekalian peningkatan SDM nya. Dan ini telah di rencanakan matang,” jelas Kadis berkumis lebat ini
Ini juga merupakan bagian dari salah satu program andalan bupati untuk memberdayakan pelaku UMKM menjadi wanita Mandiri yang diwadahi dalam bentuk Koperasi,”ungkapnya.
Anggota DPRD bernama Tohri saat dihubungi wartawan untuk menanyakan hal itu via WA, dia tidak ada respon sedikitpun alias tidak kooperatif. (ntbexpose/04)








