Zamharir : Launching E-tourism Go Mandalika meriah jangan sampai endingnya memble atau mati suri
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Senin, 15 Maret 2021 Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah meluncurkan platform e-Tourism Go Mandalika sebagai bagian dari Program Kerja 100 Hari pasangan Bupati dan Wakil Bupati baru, Pathul-Nursiah. Sekilas beredar informasi bahwa platform ini dicita-citakan akan menjadi pusat informasi kepariwisataan Kabupaten Lombok Tengah kepada dunia.
Hal ini patut diapresiasi, bahwa saat ini Kabupaten Lombok Tengah sudah mulai dikelola mengikuti perkembangan teknologi yang terus mengarah ke platform digital. Namun dibalik apresiasi atas langkah inovatif Pemkab tersebut, ternyata masih ada keperihatinan tentang kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola saluran informasi resminya,” terang Zamharir Sekjen LSM ALARM NTB dalam siaran persnya kepada NTB EXPOSE Selasa (17/3)
“Mungkin karena semangat kejar setoran 100 Hari, situs resmi milik Pemkab, www.lomboktengahkab.go.id jadi terlupakan. Sepertinya semua sumberdaya pengelola informasi Pemkab sedang diforsir guna mensukseskan peluncuran platform e-Tourism. Tapi ini jadi aneh. Bagaimana mungkin Pemkab lebih memprioritaskan pengembangan proyek “ad-hoc” daripada memberdayakan saluran informasi resmi yang sudah ada. Bagaiman kami yakin bahwa Pemkab mampu mengelola sebuah platform jika laman standard saja dibiarkan mangkrak.
Sehubungan dengan mendesaknya keberadaan platform Go Mandalika ini bagi administrasi baru, dapat dimaklumi jika seluruh sumber daya dikerahkan untuk mensukseskannya. Tapi lucu juga kalau sampai Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah sampai lupa bahwa Bupati dan Wakil Bupatinya sudah berganti. Atau jangan-jangan ini adalah sebuah bentuk soft rebellion dari pihak terkait,” ujarnya menduga.
Saat ini, mungkin karena muncul beberapa protes di sosial media, situs milik Pemkab tersebut kelihatannya sedang dalam proses pemutakhiran foto sampul. Langkah cepat ini patut juga diapresiasi, tapi kami berharap lebih dari sekedar pemolesan sampul.
Pertama kami tetap menuntut Bahwa situs resmi tersebut tetap menjadi rujukan resmi yang kredibel untuk menggali informasi tentang Lombok Tengah dari segala sektor. Kedua, guna memenuhi kebutuhan di atas, maka Pemerintah Kabupaten harus tetap memfokuskan pemanfaatan sumber daya manusia dan keuangan untuk terus melakukan putakhiran konten dari laman tersebut.
Ketiga, Pembaruan konten dimaksud, terutama bidang pariwisata, hendaknya berisikan inventarisasi ODTW di seluruh Lombok Tengah beserta fasilitas, amenitas dan aksesibilitas menuju ODTW dimaksud.
Keempat, Keberadaan platform e-Tourism Go Mandalika sebagai salah satu maskot Program 100 Hari jangan sampai justeru mematikan situs resmi milik pemerintah dalam artian Jangan sampai program jangka pendek mematikan fungsi jangka panjang yang sudah melekat pada pemerintah daerah.
Terakhir atau kelima, apabila platform tersebut hendak dipertahankan sebagai program prioritas administrasi baru, maka Pemkab harus terbuka mengenai sumber pendanaan, proses pelelangan dan penunjukan pelaksana proyek ini. Setiap proyek pemerintah daerah tentunya dibiayai melalui APBD, dan rakyat berhak tahu tentang tata kelolanya.(ntbexpose/04)






