Gde Ramdan : Serap Aspirasi Masyarakat Infrastruktur Dan Air Irigasi pertanian Masih Mendominasi
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Agenda reses pertama anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah diawal 2021 ini mereka disibukkan dengan reses atau menyerap aspirasi masyarakat yang dilaksanakan di dapil masing masing, tidak terkecuali terhadap salah seorang Anggota DPRD Loteng Dapil 3 Pujut Praya Timur bernama Lalu Ramdan S.Ag dari Partai Gerindra.
Lalu Ramdan atau kerap dipanggil Gde Ramdan ini mengatakan,” Kita melaksanakan reses di Desa Kuta dan Desa Gapura. Untuk sementara kita fokus di dua desa tersebut, kalau reses di Kuta, kita fokuskan di dua titik. Adapun aspirasi masyarakat di Kuta kali ini terkait masalah lahan atau tanah masyarakat, ada yang merasakan ketidakadilan jika bersinggungan dengan kebijakan pemerintah, lalu mereka minta intervensi DPRD. Selain itu aspirasi mereka terkait tenaga kerja kita sampaikan dan apa yang akan kita bantu kita harus siap.
Untuk reses di Desa Gapura lebih dominan masalah pertanian dan sumur bor, tapi sumur bor selain untuk rumah tangga belum dibolehkan dan konsekwensi pengairan di Lombok Tengah bagian selatan ini menunggu curah hujan, namun rata rata masyarakat sudah ada yang mulai melakukan swadaya dengan membuat sumur bor secara mandiri,” kata Ramdan.
Khusus untuk permintaan sumur bor waktu itu, kita janji untuk disampaikan kepada Pemerintah, bahwa sumur bor yang seperti apa cocoknya digunakan dikala musim panas, sebab sekarang seperti kita lihat petani petani kita disini sudah mulai kreatif,” ujarnya.
“Seperti kita tahu petani petani yang ada didesa Kawo Gapura dan Segala Anyar mereka sudah mulai aktif dan kreatif, sebab dikala musim panas mereka sudah mulai menanam palawija dan lain sebagainya.
Untuk reses kami di ketiga Desa ini seperti desa Kuta Gapura dan Segala Anyar, kita bagi menjadi 2 titik di masing masing desa, hal ini kita lakukan karena kita tidak bisa memenuhi semuanya selain itu juga kita terkendala dengan Covid 19, dimana warga harus melaksanakan prokes dan kita tidak bisa memaksakan mereka harus hadir semua, paling tidak dalam satu titik reses kita batasi warga yang hadir atau paling tidak sekitar 30 sampai dengan 35 orang dalam satu kali pertemuan reses kata,”Ramdan.
Dijelaskannya, untuk reses tahun ini dan tahun sebelumnya aspirasi masyarakat itu tidak jauh berbeda, rata rata hampir sama saja permintaan mereka dan yang paling utama mengenai infrastruktur jalan, air irigasi pertanian masih mendominasi, kalau para pemuda terkait tenaga kerja.”ungkap Sekretaris Partai Gerindra tersebut.(ntbexpose/04)










