NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Lalu Hizzi Ketua Aliansi Rakyat Menggugat (ALARM-NTB ) mengatakan kepada wartawan Rabu (20/1) Pemerintah diharapkan mencari terobosan agar pupuk bersubsidi mudah didapat oleh petani, untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah harus memastikan tidak terjadinya kelangkaan pupuk dan mengupayakan pupuk mudah didapat petani dengan harga murah tanpa banyak aturan,” tegasnya.
Aktivis ini juga menyerukan agar kebijakan pupuk bersubsidi harus berpihak kepada petani kecil, jangan sampai harga pupuk mahal, karena dari hasil investigasi yang dilakukan ALARM-NTB, kami menemukan ada Gapoktan yang menjual pupuk Urea bersubsidi ke petani kecil dengan harga yang sangat mahal, Rp. 250.000/kwintalnya “permainan harga ini sungguh memberatkan petani dan ini bisa membuat petani tidak bersemangat melakukan kegiatan usaha tani” jelas Hizzi
“Pupuk bersubsidi ini sangat langka di Lombok Tengah, PPL jangan hanya diam dan berpangku tangan ayo bantu petani” sambung Hizzi.
Dia juga meminta PPL agar mengontrol dan menindak distributor-distributor pupuk yang bermain meraih keuntungan ditengah penderitaan petani
“Coba PPL turun mengecek dan mengontrol dan beri pelajaran bagi penjual pupuk bersubsidi dengan harga yang sangat mahal seperti itu dan pastikan 6T harus terlaksana pada petani yakni: tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu ” ujarnya
Lalu Hizzi menambahkan “Pada masa pandemi ini, saya berharap pada Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada petani dengan cara mengalokasikan anggaran subsidi pupuk yang signifikan sebagai insentif untuk meningkatkan produktivitas pertanian kita” tutup Lalu Hizzi. (ntbexpose/01)











