NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Menjelang WSBK & MotoGP tiba, enam sampai tujuh bulan sebelumnya, hotel- hotel di Wilayah Mataram, Praya Kuta dan sekitarnya panen besar dengan menaikkan tarif gila-gilaan sampai 1000%. Bahkan ada yang sudah booking jauh sebelumnya hari dibatalkan sepihak oleh pemilik hotel karena ada yang mau bayar dengan tarif yang lebih tinggi, ada keluhan yang sedih, dan ada juga seorang pengunjung dari Bandung bersama keluarga sudah pesan jauh hari sebelumnya, tapi ketika mereka tiba di Mataram bookingannya sudah diambil orang lain akhirnya mereka terpaksa sewa rumah penduduk di KLU bayangkan jauhnya.
Menaikkan tarif boleh-boleh saja tapi jangan terlalu tinggi, sewajarnya sajalah, jangan sampai 1000% apalagi lebih kasihan tamu-tamu kita dari luar daerah, itupun sudah ada instruksi dari Bapak Gubernur
Tapi pemilik – pemilik hotel tetap menaikkan tarif semaunya, tanpa harus memikirkan dampak buruk citra daerah kita karena itu meresahkan
Kebutuhan penginapan dengan pesanan yang begitu tinggi, dengan fasilitas hotel yang masih sangat standar mestinya menjadi evaluasi para pengusaha hotel dan penginapan untuk memberikan harga atau tarif yang wajar, sehingga pemgunjung-dari luar daerah seperti, Jakarta, Bandung, Surabaya dan daerah-daerah lainnya tidak jera dan memilih hotel dan penginapan di Bali
Atas dasar itulah Ketua Aliansi Rakyat Menggugat Nusa Tenggara Barat, Lalu Hizzi, meminta Gubernur dan Bupati melakukan evaluasi terhadap pengusaha hotel dan penginapan untuk tidak menaikkan tarif hotel semau mereka, tapi jika ini tidak diindahkan Pemprov dan Pemkab harus memberikan sanksi tegas kata Lalu Hizzi, menutup statemennya.(ntbexpose/03)






