NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Sebagai bentuk upaya dedikasi terhadap kemajuan ekonomi umat berbasis masjid. Lembaga Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES ) terus gencarkan peranannya untuk merealisasikan suksesi pemakmuran masjid diiringi kesejahteraan bagi keberlangsungan hidup jamaahnya agar masjid tidak hanya konstan tempat bersyariat saja tapi juga pusat ekonomi dan lainnya.
Melalui pencanangan program ” Mawar Emas ” terbukti telah mampu membantu permodalan jamaah yang memiliki usaha sehingga ibadahnya jadi lancar penghidupan aman.
Setelah fakum akibat pandemi covid-19, MES kembali berkegiatan. Mengambil tempat di Ponpes Al- Mansyuriah Desa Bonder Lombok Tengah, Kamis ( 28/05 ).
Puluhan takmir masjid berkumpul melakukan sharing dan evaluasi terkait kendala dan solusi terhadap program yang sudah berjalan dan yang akan lanjut bergulir.
” Alhamdulillah, 1300-an masjid sudah berhasil tersentuh, dengan beberapa catatan yang perlu disempurnakan, ” Ungkap Baiq Mulianah Ketua MES NTB.
Adanya kendala seperti pengajuan tidak cair ataupun berkas kelompok tercecer bahkan hilang akibat petugas bank pindah tugas, paparnya, disebabkan faktor kelemahan disisi komunikasi dan koordinasi antara pihak MES sebagai pendamping dengan pihak perbankan sebagai pemberi modal.
Terlepas dari kendala yang ada, tindak lanjut dari hasil koreksi dan konektifitas tersebut. Bank NTB Syariah tanpa mengurangi keraguan malah semakin kuatkan komitmen kedepan demi melawan praktik riba oleh rentenir di masyarakat. Ditahun ini, kucuran anggaran bagi program Mawar Emas inisiasi MES kembali ditambah sebesar 2 Milyar.
” Silahkan bagi para takmir masjid manfaatkan kesempatan ini, jangan biarkan dana yang disediakan sia-sia, ” serunya.
Supiandi, sekretaris MES NTB, menambahkan, tata kelola, sistem dan manajemen telah diramu lebih sempurna. Diakui, praktik sebelumnya tidak terarah, membuat nasabah kualahan. Namun nanti tahapannya satu pintu, semua proses diselesaikan dimasjid.
” Kami upayakan lebih mudah, cepat dan transparan, ” terangnya.
Dikesempatan itu, MES mengapresiasi soliditas para takmir dan anggota kelompok yang melunasi pinjaman tepat waktu. Serta berhasil menghidupkan masjid dengan membangkitkan kegiatan-kegiatan pengajian sebagai sarana penyetoran.
Supiandi menjabarkan jumlah tenor pinjaman akan terus bertambah dimulai 1 juta lalu meningkat bertahap ke 2 juta dan selanjutnya.
Salah seorang peserta, Lalu Mustajab Aziz takmir Masjid Nurul Huda Desa Pelambik Prabarda Lombok Tengah menyambut baik program MES. Disamping sangat meringankan beban masyarakat. Terlebih dapat menghindarkan mereka dari transaksi riba sehingga hidup jadi berkah. Apalagi sistemnya benar-benar syariah. Pinjam 1 juta kembali 1 juta, nyetornya ringan, jangka waktu pengembalian panjang sampai setahun.
” Ini yang kami harapkan, Alhamdulillah wawasan saya juga jadi semakin luas dari pelatihan oleh MES tentang pengelolaan masjid terutama dari sisi keuangannya yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat luas sesuai ajaran agama, ” pungkasnya.






