NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Fenomena yang ada di ruang lingkup remaja saat ini adalah tingginya angka pernikahan dini dikalangan masyarakat belakangan ini sontak menjadi perhatian semua pihak karena ini bersentuhan langsung dengan norma norma sosial adat dan budaya.
Hal ini tentu tak bisa dibiarkan dan harus segera di temukan solusinya untuk memfilter tingginya angka tersebut agar bisa dininimalisir. Tak bisa dipungkiri pengaruh maraknya konten yang mengarah kepada hal tersebut tentu sangat terasa apalagi kini sudah mulai merasuki anak-anak yang rata-rata usianya masih labil dan belum dewasa.
Pleh karen itu Ketua Komisi 4 DPRD Lombok Tengah Lalu Sunting Mentas menanggapi hal tersebut seraya mengatakan, tingginya angka pernikahan dini saat ini merupakan fenomena baru, hal ini tentu harus segera di carikan solusinya agar angka pernikahan dini tersebut tidak terus meningkat.,” Persoalan ini bukan murni menjadi tugas pemerintah saja, namun ini semua tidak lepas dari peran serta orang tua dan guru dalam memberikan edukasi kepada anak- anak kita,”jelasnya.
Banyaknya konten konten di medsoss yang sulit disaring tersebut diakui memang tidak semua jelek, bahkan ada juga yang bagus, tinggal bagaimana saat ini anak-anak bisa memperoleh arahan edukasi positif dari semua pihak.
Selanjutnya Lalu Sunting meminta kepada pihak berwenang agar bisa memfilter konten-konten yang mengarah kepada hal- hal yang kurang baik yang melanggar norma sosial adat dan budaya kita yang ketimuran, karena hal tersebut tidak baik bagi perkembangan pola pikir anak-anak usia belasan tahun yang cenderung masih labil.(ntbexpose/03)






