Ketua Komisi 1 DPRD Loteng Berbicara Gender

H. Supli SH : Kami prihatin terhadap kekerasan pada perempuan hal ini harus dicarikan solusinya

NTB EXPOSE.  Lombok Tengah – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dan juga sebagai Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah HM. Supli SH menyatakan sangat prihatin dengan kian meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan,” tentu ini harus menjadi perhatian kita semua, bukan hanya pemerintah, juga masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Dia menambahkan faktor-faktor yang menjadi pemicu terjadinya hal yang demikian harus segera di deteksi dan di temukan agar solusi yang di berikan mengena pada penyelesaiannya.
” Faktor material dan juga faktor psikologis adalah salah penyebab utama terjadinya kekerasan ini. Ketiadaan ataupun kekurangan penghasilan kerap menjadi penyebab percekcokan di dalam rumah tangga yang berujung terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,”imbuh Anggota Dewan dapil 1 tersebut.

Dijelaskan Supli, tentu dalam posisi ini pemerintah harus bertanggung jawab untuk menyiapkan lapangan pekerjaan. Semakin dominannya prangkat teknologi dalam berbagai sisi kehidupan justru juga berdampak negatif dalam interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya, hubungan yang semestinya deket menjadi begitu renggang ketika alat teknologi hadir di tengah tengah masyarakat, silaturrahim jarang dilakukan, manusia fokus pada HP,”. Na kalau HP ini disalahgunakan maka akan terjadilah berbagai hal negatif dalam hubungan antar manusia,”lanjutnya seraya menjelaskan

Supli menambahkan, terhadap ini smua, beberapa hal kongkrit harus dilakukan yaitu perlu kajian mendalam tentang faktor faktor penyebab terjadinya kekerasan ini sehingga solusi yang tepat untuk penyelesaiannya menjadi tepat pula

Pemerintah harus secara terus menerus mencari jalan keluar agar lapangan pekerjaan bagi warga tetap tersedia
Kehidupan komunitas masyarakat yang dulunya penuh kegotong royongan saling menjaga satu dengan yang lainnya harus dihidupkan dan diangkat kembali sehingga rasa persaudaraan antar keluarga, tetangga dan masyarakat tetap terpelihara. Penyuluhan dan pembinaan kepada unsur unsur masyarakat perlu terus dilakukan sehingga kekerasan yang terjadi dapat dikurangi dan dihilangkan,”tutupnya. (ntbexpose/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *