NTB EXPOSE, Lombok Tengah- Sebagai bentuk pemberdayaan dan pengembangan IKM / UMKM di Kabupaten Lombok Tengah melalui perhelatan MotoGP di KEK Mandalika. Pemerintah akan memfasilitasi stand di areal Sirkuit dengan catatan harus lulus seleksi kurasi.
Bupati HL Pathul Bahri kepada media ini, Selasa (22/02/2022) menerangkan, Kurasi sangat penting sebagai tolak ukur atau jaminan kualitas produk baik dari sisi izin legalitasnya, kehalalannya, bahannya, dan unsur lainnya. Dimana regulasinya memang sudah diatur sesuai standar Nasional dan Internasional.
” Melalui tahapan Kurasi, pembeli jadi yakin atas kualitas produk IKM / UMKM kita,” imbuhnya.
Sehingga, melalui Kurasi, masyarakat jadi tahu bagaimana semestinya berwirausaha yang layak sesuai tuntutan pasar global. Efek positifnya, Lanjut Pathul, geliat masyarakat untuk berevaluasi semakin tumbuh, ada harapan dari mereka ketika banyak orang dateng ke Loteng maka banyak yang akan belanja.
” Pangsa pasar IKM/UMKM kita semakin dilirik, sudah banyak pengusaha luar yang datang berdiskusi untuk jalin kemitraan sebagai pertanda potensi kedepan sudah terbuka, dan harus kita songsong bersama,” Paparnya.
Senada dengan itu, Ikhsan, Kadiskop UMKM Loteng menyebut sudah sewajarnya para IKM / UMKM lokal turut merasakan dampak positif Even MotoGP, menerima manfaat langsung bagi kemajuan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi, sekitar 250 pelaku usaha hadir ikuti Kurasi,” ungkapnya.
Kategori fase produk didasarkan hasil musyawarah tim kurator, ada frase kuliner, kriya, makanan dan minuman, dan sebagainya.
” Kami telah siapkan tim penilai profesional, baik dari kalangan BPOM, kesehatan, MUI, Poltekpar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pariwisata dan beberapa pihak terkait, ” jelasnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, H.M Suhartomo, menambahkan Kurasi wajib dilakukan sebagai penyaring IKM/UMKM agar dapat memenuhi standarisasi yang ditetapkan MGPA.
Adapun syarat-syarat mengikuti Kurasi antara lain peserta merupakan warga Loteng, memiliki kriteria usaha mikro, ada legalitas atau izin dilengkapi nomer induk berusaha, sertifikat PIRT dari BPOM, sertifikat halal, sertifikat Hak Merk Dagang, produk miliki kemasan menarik atau branding dan sebagainya.
” Kami telah siapkan 3 titik stand, masing-masing titik ada 35 stand,” lengkap Suhartomo.
Weny safira selaku Owner Bellucy High Hill dan sendal yang juga sebagai peserta sangat mendukung kegiatan Pemerintah melalui semacam program Kurasi ini untuk menggenjot potensi yang dimilki para pengusaha lokal sehingga mampu berproduksi dan berinovasi maksimal.
Berkembangnya jumlah pelaku UMKM juga, menurut pengusaha muda itu sekaligus dapat jadi solusi entaskan penggangguran karena pasti menyerap tenaga kerja.
” Produk kami sudah dikenakan oleh 5 pemenang Putri Mandalika, target kami sekarang bisa tembus pasar MotoGP, ” Harapnya. (Irsyad)






