Muhalip : Terima predikat ADWI Pemdes harus dukung penuh Pokdarwis Jangan beda bedakan mereka
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Dapil Jonggat Pringgarata, Muhalip mengatakan kepada wartawan baru baru ini, terkait dengan Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Propinsi NTB yang mendapat 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) terbaik 2021 dari Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI adalah merupakan salah satu langkah positif untuk terus berkarya dalam membangun Desa Wisata agar lebih baik lagi kedepannya.
Dalam membangun desa wisata Bonjeruk, Pemdes harus mendukung Pokdarwis Pokdarwis yang ada di desa Bonjeruk jangan membeda bedakan mereka, terutama mengenai perhatian pendanaan, program program hingga melakukan sosialisasi terhadap semua masyarakat agar semua masyarakat paham apa itu pariwisata, karena pariwisata itu adalah setiap orang yang bergerak dan mendatangkan orang maka itu adalah income, entah itu melalui wisata kuliner ataupun sajian seni budaya maupun apa saja dan desa itu harus diciptakan seindah mungkin supaya orang itu senang dan merasa nyaman datang ke Desa Bonjeruk.
Keamanan harus dijamin Pemdes dan Pemda harus mendukung penuh program itu dengan cara dibantu melalui program program yang khusus untuk pariwisata supaya betul betul maju” Jelas Ketua DPC Partai Gerindra Loteng ini.
Kaitan dengan desa wisata Bonjeruk yang belum memiliki Ranperdes wisata itu sebaiknya mengikuti hirarki dari atas, tentu Pemdes harus berkoordinasi dengan pihak pihak terkait dan saya kira masyarakat yang berada diruang lingkup Pokdarwis harus mendorong desa agar membuat Perdes wisata sebaik mungkin agar semua stake holder di desa setempat dapat terakomodir dengan baik. Melalui perdes wisata tersebut.”jelas Muhalip
Lebih jauh tentang Bonjeruk saya menilai desa Bonjeruk itu bisa masuk dalam kategori desa wisata alam dan Budaya, alasannya desa Bonjeruk itu adalah merupakan salah satu dari perwakilan budaya Lombok Tengah, misalnya seperti pakaian adat sasak Lambung, Wayang Kulit, Seni baca lontar memaos takepan dan lain sebagainya dan diakui di Bonjeruk kaya ragam seni budaya dan unsur kesejarahan yang menarik,” papar Muhalip.
Muhalip mantan praktisi pariwisata itu menjelaskan, desa Bonjeruk alamnya masih ada yang alami dan itu harus dipertahankan kemudian kebersihannya harus dijaga dan jangan sampai membiarkan sampah sampah berhamburan kemana mana karena kebersihan itu dan paling penting disebuah desa wisata.yang harus mengedepankan nilai nilai sapta pesona.
Terkait dengan adanya dua Pokdarwis di Bonjeruk sah sah saja tidak masalah itu bagus, namun hal ini saya kira kembali kepada kesadaran masyarakat terutama satu tokoh dengan tokoh lainnya untuk bertemu dan saling dukung, supaya sinergi antara alam dan budaya ini saling membutuhkan dan hal itu tentu harus dibina dan tidak boleh ada kubu perkubu di desa Bonjeruk.
Masyarakat butuh kemajuan antara alam dan kebudayaan harus bersinergi dan tentu harus dibina dan harus saling menghormati karena itu merupakan salah satu bagian dari budaya peninggalan nenek moyang kita. Saya optimis nantinya desa Bonjeruk akan menjadi sebuah desa wisata yang maju dan mandiri.
Tentu dengan melibatkan semua pemuda dan masyarakat, stake holder yang ada di Desa Bonjeruk seperti Bumdes Bonjeruk, ini yang paling utama untuk dilibatkan dalam memanage tata kelola sebuah desa wisata, kemudian kelompok pegiat desa wisata seperti Pokdarwis Bonjeruk Permai berbasis eko tourism dan kuliner, Pokdarwis Wirajaya Putra Jonggat yang berbasis seni budaya dan Sejarah yang merupakan ikon atau branding desa Bonjeruk yang lekat dengan nilai nilai luhur adat budaya dan ornamen kesejarahan tempo dulu,” tutup Muhalip. (ntbexpose/03)






