L. Adi Permadi SE. M.Sc : Kami Bersyukur Bonjeruk Masuk Dalam Anugerah 50 Besar Terbaik Desa Wisata Indonesia 2021
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pada kunjungan tamu dari Kemenparekraf RI beberapa hari lalu (Rabu 20/10) dalam rangka pra penilaian Desa Wisata Bonjeruk yang berhasil masuk Dalam “Anugerah 50 desa wisata terbaik Indonesia 2021, di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Propinsi NTB. Pokdarwis WPJ (Wirajaya Putra Jonggat) yang berbasis Seni Budaya dan Sejarah yang eksis di Desa wisata Bonjeruk, menyambut baik Kunjungan Tim Pra penilaian Anugerah 50 Desa Wisata Terbaik Nasional di Sekretariat sekaligus menjadi spot utama mereka di Heritage Historical Building Gedeng Beleq di kampung Pedalaman Bonjeruk
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pokdarwis WPJ Lalu Adi Permadi di Bonjeruk baru baru ini. Dijelaskannya, Kelompok Sadar Wisata yang dibentuk tahun 2018 itu merasa terhormat mendapat kunjungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Deputi Bidang Destinasi Wawan Gunawan beserta Rombongan. Dalam kesempatan itu hadir Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi, Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, Dr. Yahyadin wadir Poltekpar Lombok, H. Lendek Jayadi Kadis Pariwisata Lombok Tengah, Fadli Reagen Kajari Loteng dan L. Audia Rahman Kepala Desa Bonjeruk.
Disampaikan oleh pria yang akrab disapa Gde Didik ini banyak manfaat yang didapat oleh kelompoknya dan Desa Bonjeruk atas kedatangan Tim Kemenparekraf yang disertai dengan pejabat daerah terkait.
Manfaat nyata pertama yang didapat oleh adanya promosi gratis bagi Pokdarwis WPJ dan Desa Bonjeruk. Dengan demikian desa yang mau menjadi Desa Wisata ini semakin dikenal di luar Bonjeruk. Sementara untuk Pokdarwis WPJ, eksistensinya sebagai penggerak Wisata di Desa Bonjeruk dan Kecamatan Jonggat pada umumnya menjadi nyata dan dimungkinkan mendapat perhatian dari pemerintah.
Manfaat kedua yang didapat oleh Pokdarwis WPJ adalah dapat mempromosikan Buku yang dicetak oleh Pokdarwis WPJ berjudul “Haji Lalu Serinata Ayahku” karya Pelindung dan Pengarah WPJ almarhum Ir. Lalu Widjaje Serinata.
Pria yang sehari-hari menjadi dosen dan peneliti Pemasaran Pariwisata di Jurusan Manajemen FEB Universitas Mataram ini mengatakan bahwa dia sangat terharu dan terhormat dapat menyampaikan buku tersebut sebagai kenang-kenangan kepada Deputi Bidang Destinasi Wawan Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Wakil Bupati Lombok Tengah dan Kadis Pariwisata Lombok Tengah.
Harapannya, dalam buku yang tertulis korelasi yang kuat dengan sejarah berdirinya Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 15 Oktober 1945 ada disana. Hal ini berdasar pada saat pelantikan HL. Serinata pada tanggal 15 Oktober 1945 sebagai Bupati / Kepala Daerah sementara dan tanggal yang sama pula dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Lombok Tengah.
Buku tersebut berisikan sejarah perjuangan dań perjalanan hidup Lalu Srinate Wirasaid sebagai Bupati Pertama Lombok Tengah dań sebagai ayah bagi 11 putra-putrinya dapat disebarluaskan ke masyarakat sebagai acuan bagi generasi saat ini dan selanjutnya.
Manfaat selanjutnya adalah adanya perhatian khusus bagi Gedeng Beleq dan pengembangan fasilitas pendukung yang ada di rumah bersejarah tersebut. Rencana pengembangan Museum “Budaya Jonggat” di Gedeng Beleq disambut baik. Bahkan Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H. M. Nursiah siap membantu dengan peralatan karawitan.
Kami optimis Desa Wisata Bonjeruk akan menjadi desa wisata yang diperhitungkan baik untuk skala daerah maupun Nasional hal ini. Sangat beralasan Jika melihat potensi yang dimiliki desa kami,” ungkap Lalu. Adi. (ntbexpose/02)






