NTB EXPOSE. Lombok Barat – Kegiatan reses dan silaturahmi anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Gerindra Nauvar F. Farinduan SH, MBA. masa persidangan ke satu di tahun sidang 2021. (14/02/2021) di sambut antusias warga.
Reses yang ketujuh ini bertempat di Dusun Ketirek, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Acara reses yang dihadiri oleh warga sekitar Dusun Ketirek, Tokoh agama, tokoh pemuda termasuk Kepala dusun yang ada di Desa Jembatan Gantung.
Meski acaranya berada di dusun, namun tetap mengunakan protokol Covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.
“Reses ini adalah reses ketujuh, kata Farin banyak sekali aspirasi dari masyarakat yang dapat kami serap.
“Secara umum lanjut dia, keluhan masyarakat adalah masalah kelangkaan pupuk dan sampah, dan kalau secara khususnya masalah keamanan dan lampu penerang jalan,” terang semeton Farin keawak media
Persoalan kelangkaan pupuk, memang ini menjadi kebutuhan petani yang sangat krusial, dan hal yang terpenting adalah pemerintah seharusnya mampu menyediakan pupuk dan mencukupi kebutuhan petani dalam mengatasi kelangkaan pupuk yang terjadi sekarang ini. Kejadian seperti ini harus ada langkah tegas dan intervensi dari pemerintah Provinsi, tentunya dalam hal ini gubernur NTB,”harapnya.
Pak Gubernur harus menyampaikan kepada pengusaha pupuk, agar memberikan diskresi, karena kondisi pupuk hari ini sangat langka, tentu yang menjadi korban adalah petani, masalahnya pupuk langka kemudian harganya melambung di tingkat pengecer, tapi ironisnya harga beras tetap sama” sesalnya.
Politikus muda yang berasal dari Desa Dasan Tapen ini juga berharap kepada Gubernur NTB supaya mengeluarkan secepatnya surat keputusan untuk pendistribusian pupuk, supaya petani tidak gagal panen.
Disinggung adanya masyarakat yang mempertanyakan Pergub pernikahan di bawah umur, dirinya mengatakan kami telah melakukan kontak langsung dengan ketua pansusnya kemudian segala pertanyaan dijawab oleh ketua pansus pungkasnya.(fathur)






