Kadis Pertanian Lombok Tengah Dampingi Wakil Bupati Monitoring dan Peletakan Batu Pertama Program Optimasi Lahan

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Berbagai terobosan dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka mewujudkan program pemerintah pusat untuk mensukseskan program swasembada pangan, salah satunya adalah melalui program Optimasi Lahan atau Oplah.

” Alhamdulillah, saya bersama Kepala Dinas Pertanian dan PU telah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Peletakan Batu Pertama Kegiatan optimasi lahan di Kabupaten Lombok Tengah, ” ungkap wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.Moh. Nursiah S.Sos M.Si, kepada media Jumat (26/9) baru&baru ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi saluran tersier yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi sawah-sawah di Lombok Tengah.

Dalam acara peletakan batu pertama ini, dari pantauan media dihadiri oleh Gapoktan Istiqomah Dongak Langit (Idola) Desa Batujai, Gapoktan Desa Darek, Gapoktan Pade Rajin Desa Penujak, dan Gapoktan Bersama Desa Bonder Kecamatan Praya Barat.

Tentu harapan kita bersama semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Lombok Tengah, serta membuat Lombok Tengah menjadi Masmirah.

Diketahui untuk melaksanakan Program Oplah ini pemerintah daerah sedang membuat Proyek pembangunan jaringan irigasi tersier dalam Program Operasi dan Pemeliharaan 2025 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang telah resmi dimulai sebagai sarana membantu petani dalam memaksimalkan fungsi jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian mereka, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di Kecamatan Praya Barat.

Wakil bupati menjelaskan akan pentingnya program Oplah bagi sektor pertanian masyarakat. Program ini diharapkan bisa menjaga ketahanan pangan nasional, hingga bisa berswasembada beras seiring sejalan dengan program pemerintah pusat.

Wakil bupati juga mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersier bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air untuk lahan pertanian di beberapa desa. Diantaranya,  Desa Batujai, Desa Darek, Desa Penujak, dan Desa Bonder.

Nursiah menambahkan, pemerintah daerah optimistis proyek irigasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi para petani. “Kami berharap pembangunan irigasi ini dapat menjadikan Lombok Tengah semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Selain itu, Program Oplah 2025 juga diarahkan untuk memperluas layanan irigasi demi mendukung visi Lombok Tengah sebagai daerah Maju, Sejahtera, dan Bermartabat (Masmirah). “Program Oplah diharapkan dapat memperkuat visi pembangunan daerah ke depan,” tambahnya.

Nursiah menjelaskan, salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang selama ini kurang optimal. “Program Oplah ini salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, terutama lahan-lahan yang sebelumnya kurang maksimal pemanfaatannya,” katanya.

Di sisi lain, Data pemerintah daerah mencatat, luas lahan baku sawah di Lombok Tengah mencapai 52 ribu hektare. Namun, Nursiah menambahkan, bahwa tidak semua wilayah mampu melakukan dua kali tanam dalam setahun, Menurutnya, sebagian lahan sawah di Lombok Tengah bisa ditanami dua sampai tiga kali, sedangkan yang tidak bisa ditanami dua kali diusahakan melalui Program Oplah supaya produksi padi tetap tercapai.

Sebelumnya, seperti dikatakan Ir. Moh. kamrin selaku Kepala Dinas pertanian Lombok Tengah, untuk meningkatkan hasil pertanian pada program oplah ini selain memperbaiki jaringan irigasi, kita juga akan melaksanakan program program produktif  yang lebih produktif karena ini akan sejalan dengan program pemerintah pusat. Diketahui secara nasional sumbangan Propinsi NTB berswasembada beras / pangan sekitar 9 % secara nasional, artinya dari 9 % itu Lombok Tengah menyumbang sampai setengahnya, sehingga pusat terus mendorong Lombok Tengah sampai indeks penanaman” kata Kamrin.

Itu adalah peningkatan indeks penanaman yang tadinya sawah bisa ditanam sekali setahun dan saat ini kita akan menanam diwilayah selatan seluas 2500 Ha,  yang tadinya indeks IP nya diangka 1, nanti di minggu ketiga bulan September ini kita akan launching penanaman musim tanam ketiga pada lahan seluas 25 Ribu Ha itu, lokasi di Kecamatan  Praya Barat dan pak Gubernur sendiri yang akan langsung menghadirinya.

Untuk target produksi kita sekitar 5,7 / Ha atau dirata-ratakan jadi angka 6 sampai 7 ton dan itu nantinya di proyeksikan bisa menghasilkan beras 300 sampai 400 ribu ton dan kebutuhan kita di Lombok Tengah, setengah dari jumlah itu selebihnya akan menjadi surplus kita.

Ini yang harus ditingkatkan, makanya kita terus didorong oleh pak Gubernur bagaimana lahan yang sejumlah 52 ribu Ha tersebut yang sebagiannya hanya bisa menanam sekali dalam setahun itu diharapkan perbaikan irigasinya, dengan demikian lahan yang tadinya bisa ditanam sekali dalam setahun diharapkan bisa ditanami 2 sampai 3 kali dalam setahun.

Kalau ini bisa diwujudkan, Lombok Tengah bisa diharapkan sebagai salah satu lumbung pangan nasional dan memang tidak salah komitmen dan konsistensi kita bahwa Lombok Tengah ini akan menjadi lahan pangan pertanian yang suistanable atau berkelanjutan” imbuh Kamrin.

Seperti informasi yang dihimpun
bahwa, Program Oplah atau Optimasi Lahan. Ini adalah strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan mengoptimalkan penggunaan lahan yang ada. Tujuan utama dari program Oplah adalah meningkatkan produksi pangan nasional dengan memanfaatkan lahan yang sudah ada secara lebih efisien.

Selain itu beberapa manfaat dari program Oplah antara lain Meningkatkan Produktivitas Lahan : Dengan mengoptimalkan penggunaan lahan, produksi pangan dapat meningkat secara signifikan.

Mengurangi Kerawanan Pangan : Program Oplah dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan dan mengurangi kerawanan pangan di daerah-daerah yang rentan.

Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Dengan meningkatkan produksi dan produktivitas lahan, program Oplah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

Program Oplah juga melibatkan beberapa kegiatan, seperti
– Pembangunan Infrastruktur Irigasi : Pembangunan infrastruktur irigasi untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Penggunaan Alsintan : Penggunaan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan.

Selain itu juga untuk bantuan benih dan pupuk,  Bantuan benih dan pupuk untuk meningkatkan produksi dan produktivitas lahan kemudian Pembentukan Brigade Pangan: Pembentukan brigade pangan untuk membantu meningkatkan produksi dan produktivitas lahan.(Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *