NTB EXPOSE Lombok Tengah – Pasar Renteng merupakan pasar Tradisional dibangun dengan konsep bangunan modern menelan biaya sejumlah 127 milyar telah resmi diserahkan oleh Iwan Suprijanto selaku Direktur Prasarana Strategis Kementrian Pekerjaan umum Perumahan Rakyat RI kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan langsung diterima dan diresmikan oleh Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT SH pada hari Rabu (10/2/21).
Wakil Bupati sekaligus Bupati terpilih Lombok Tengah HL. Pathul Bahri S.IP, Plt Sekdakab Loteng Drs HL. Idham Halid M.Pd, Kadis PUPR Loteng Ir. L. Firman Wijaya ST terlihat duduk dijajaran paling depan diikuti pejabat Eselon 2 dan sejumlah tamu undangan lainnya hadir terdiri dari tokoh agama tokoh masyarakat hingga jajaran pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah terlihat mengikuti acara peresmian tersebut
Dalam sambutannya Iwan Suprijanto mengatakan, setelah terjadi kebakaran Pasar Renteng sebelumnya, saya ditunjuk sebagai Koordinator penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi. pembangunan Pasar ini dapat dilaksanakan lebih baik karena ditangani dengan mekanisme penanganan secara reguler untuk menghasilkan bangunan yang lebih baik dengan konstruksi yang kokoh dan kuat.
Saat ini saya ditugaskan dan diberikan amanat oleh Presiden RI hingga dapat kami laporkan bahwa kementerian PUPR RI telah menyelesaikan rehabilitasi bangunan Pasar Renteng ini dengan baik.
Diketahui Pasar ini sebagai upaya untuk meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat, sehingga menjadi bangunan yang lebih aman, nyaman, bersih tertata, hingga lebih memiliki nilai sekaligus menjadi ikon baru Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.
Kami melakukan upaya percepatan penyelesaian sehingga pasar ini berhasil diselesaikan pada 30 Desember 2020,” ungkap Prijanto.
Setelah itu Bupati Lombok Tengah HM
Suhaili FT SH didaulat memberikan kata sambutan, beliau mengatakan,” hari ini sebuah catatan sejarah baru kita torehkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat Lombok Tengah.
Sebuah persembahan pemerintah untuk mengembalikan geliat perekonomian yang sempat terseok seok, dikarenakan musibah kebakaran pasar Renteng pada tahun 2018 lalu menghanguskan seluruh bangunan pasar yang ditempati pedagang sebanyak 1.719 orang. Lalu kemudian di tahun yang sama, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR RI dan Kementerian Perdagangan memberikan perhatian yang luar biasa kepada kita semua, mereka memberikan komitmen bahwa pasar ini akan segera dibangun kembali, sebuah pasar dengan konsep dan fasilitas modern yang memenuhi standar dengan tidak meninggalkan kekhasannya sebagai pasar tradisional.
Setelah diresmikan, kedepan pasar ini akan dioperasikan sekitar bulan Maret dengan harapan dapat menjadi pemulihan ekonomi dan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun sebelumnya, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu seperti menyiapkan pedagang dengan memprioritaskan pedagang lama,” kata Abah Uhel.
Selain itu, beberapa sarana yang belum tersedia terutama di luar bangunan pasar, kita akan mengalokasikan anggaran untuk pemagaran, optimalisasi lahan parkir dan beberapa sarana prasarana lainnya yang akan dianggarkan sejumlah 1,6 miliar.
Diakui penganggaran sejumlah itu belum cukup untuk optimalisasi sarana pasar disebabkan kondisi keuangan yang masih terkendala oleh Pandemi covid-19.
Tapi insyaallah kita akan selesaikan secara bertahap. Kita harus memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi dengan keberadaan pasar ini. Bagi masyarakat yang melakukan aktifitas ekonomi di tempat ini, saya minta agar menjadikan tempat ini selayaknya rumah sendiri agar dijaga, dirawat, dan berikan kenyamanan bagi setiap pembeli, sehingga gerak roda ekonomi melalui Pasar Renteng dapat berjalan seperti yang kita harapkan.
Terakhir, mewakili masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan yang telah memberikan perhatian besar bagi kami, sehingga pasar modern renteng ini dapat dibangun hingga selesai.
Dan mudah mudahan kedepan dengan keberadaan pasar Renteng ini diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat Lombok Tengah kedepan dan mari kita jaga dengan baik. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penulisan Prasasti, pengguntingan pita tanda diresmikan hingga memberikan santunan kepada anak yatim piatu, ditutup dengan Do’a bersama.
Sebelumnya seperti dijelaskan L. Firman Wijaya KepalaDinas PUPR Loteng mengatakan Bangunan Pasar Renteng yang nampak megah ini tentunya akan disertai dengan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Menurut Firman, Peresmian Pasar Renteng ini adalah sebagai kado terakhir Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT,SH atau akrab disapa Abah Uhel menjelang akhir masa jabatannya yang telah sukses menjadi Khadam dan pelayan masyarakat Lombok Tengah dalam masa jabatan Bupati 2 periode atau selama 10 tahun,”tutupnya. (ntbexpose/01)






