NTB EXPOSE. Lombok Timur – Masyarakat kelurahan Gres kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, meminta kepada Pemerintah untuk memperbaiki Jembatan Gres yang ambruk di terjang banjir pada akhir tahun 2023 lalu.
Diketahui Jembatan yang menelan anggaran 400 juta tersebut, tidak mampu menahan terjangan banjir saat itu,” namanya bencana, kita tidak tahu kapan datangnya, karena di luar kehendak manusia, jelas Mustayib, kepada media, Kamis (27/6).
Bagi Mustayib, politikus Partai Nasdem ini, merasa sangat prihatin dengan musibah bencana tersebut, untuk itu kita sudah bersurat kepada pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Lombok Timur, namun belum ada titik terang,” jelasnya.
Terkait persoalan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Mulyadi melalui Kabid Penanggulangan Bencana, Hady Jayari, memaklumi apa yang dikeluhkan masyarakat kelurahan Geres tersebut,” kami sudah menerima surat permohonan dari masyarakat, bahkan sudah kami lanjutkan kepada bupati, namun belum ada jawaban,” oleh karena itu masyarakat diharapkan bersabar dulu sambil menunggu perintah bupati,” terangnya.
Hady Jayari menambahkan, jika nanti apa yang sudah diusulkan masyarakat ada lampu hijau, maka dalam waktu dekat kita akan langsung aksi,” katanya penuh semangat.
Namun demikian menurut Hady Jayari anggaran yang dibutuhkan sesuai kelayakan, sekitar 600 juta, dengan rincian 400 juta untuk jembatan dan 200 juta untuk pengamanan dengan memasangkan pasangan batu bronjongan di sisi kiri kanan,” jelasnya.
Lebih jauh Hady menjelaskan, jembatan tersebut akan bangun kembali, secara tekhnis perencanaannya nanti harus di rubah agar bisa lebih maksimal lagi kekuatannya dalam mengantisipasi bencana atau terjangan air bah.
Tidak lagi menggunakan bentangan beton, tetapi kita akan gunakan bentangan besi yang ketebalannya dua milimeter, sehingga kekuatannya lebih terjamin,” tandasnya.(/Rd)






