Diduga kuat salah satu penyebab banjir Kuta adalah saluran lama yang tertutup akibat Pembangunan diarea Sirkuit MotoGP
NTB EXPOSE. Lombok Tengah. Pasca banjir melanda 3 Kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan seperti yang diberitakan media ini sebelumnya. Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah turun kelapangan didampingi HL. Pathul Bahri S.IP Wakil Bupati sekaligus Bupati terpilih Lombok Tengah, ikut juga Plt Sekdakab Loteng. Drs. H. Idham Halid S.Pd, M.Pd, Camat Pujut L. Sungkul dan beberapa warga dan masyarakat sekitar turut mengiringi rombongan pejabat pejabat tersebut.
Dari informasi yang dihimpun wartawan Ahad (31/1) menjelaskan. Bahwa Gubernur pantau lokasi musibah banjir di Dusun Ujung Lauk Desa Kuta Kecamatan Pujut, terkait lokasi yang masih belum bisa di eksekusi sebagai saluran pengendalian banjir.
Menurut Ustadz Muhammad Nuresim tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama setempat mengatakan, ” Alhamdulilah kondisi sudah sedikit melegakan dan ada perubahan walau tadi malam kita agak panik, karena pada saat kejadian, air begitu deras sampai meluap naik ke Madrasah Ponpes Bahrul Ulum Dusun Rangkap 2 dan dipemukiman sekitarnya, ” kata Ustaz Nuresim yang juga sebagai pengasuh di Ponpes tersebut.
Dijelaskannya,” Setelah Gubernur dan Bupati terpilih turun kelokasi. Menurut Wabup HL. Pathul Bahri menyampaikan,” inshaa Allah semua akan segera diatasi, PT. ITDC dan Pihak pengembang seperti PT. PP akan panggil untuk mengatasi banjir ini karena diduga penyebabnya adalah air yang deras ini terhambat oleh saluran lama yang tertutup akibat pembangunan sirkuit MotoGP, sehingga airnya tidak lancar mengalir.
“Itupun oleh pihak pengembang mereka membuat saluran baru dan saluran baru ini masih tersumbat belum tuntas pengerjaannya sehingga air belum bisa mengalir terbuang kelaut dan tetap menggenang di pemukiman warga,” kata Ustaz Nuresim.
Selain menggenangi pemukiman warga ada beberapa tempat longsor seperti di Dusun Mengalung dan sekitarnya. Jalan raya sebagai penghubung kawasan Wisata Kuta ke Jalur Mawun dan Selong Blanak nyaris terputus karena jalan mengalami keretakan yang cukup parah.
Dijelaskan Ustaz Nuresim, Sampai sekarang masih ada rumah rumah penduduk yang belum bisa ditempati karena
masih digenangi air.
Selain itu ada juga pejabat BWS Provinsi yang turun memantau kelokasi melihat kondisi lapangan menjelaskan bahwa beberapa pengembang membuat bangunan dengan membuat ruas sungai jadi diperkecil dipinggirnya karena dibuat dari batu kosong yang ditalud dan itu belum ada perbaikan sehingga membuat sampah ngendap disitu, saluran air tidak lancar.
Kami berharap kepada para pejabat atau pemangku kebijakan untuk segera menyelesaikan mampetnya saluran di area MotoGP agar bisa diselesaikan dengan baik dan mudah mudahan pihak Provinsi Kabupaten Kecamatan agar segera berkoordinasi dengan pihak ITDC untuk bisa menyelesaikan masalah ini,” tegas Ustaz Nuresim. (ntbexpose/01)






