Anggota DPRD Loteng Fraksi PBB Kritisi Minimnya Air Irigasi dan Stok Pupuk Bagi Petani

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Salah seorang anggota DPRD Dapil 3 Pujut Praya Timur, Legewarman dari fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), menjelaskan berbagai aspirasi warga ia dapatkan belum lama ini. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih dan mahalnya harga jual pupuk. Wargapun mengusulkan pembuatan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air mereka.

Karena untuk sementara ini dampak musim kemarau menyebabkan petani di Desa Semoyang, Desa Ganti dan desa desa di Kecamatan Praya Timur terpaksa membeli air untuk menyirami tanaman mereka. Selain itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga masih mengandalkan sumur bor yang ada tidak mencukupi.

Memang diakui sudah sejak dulu begitu kondisinya, makanya saat kami menyerap informasi dari masyarakat, rata-rata seperti itu permintaannya. Areal pertanian ini kena dampak kemarau panjang,” keluhnya.

Untuk saat ini sementara di Desa Semoyang kata Anggota Dewan asal Desa Ganti ini, sumber air untuk tanaman petani dengan mengandalkan Embung Pare, ini juga mengalami kering. Dia berharap kedepan dengan wacana pembangunan Dam Mujur bisa menjadi solusi kedepan.

“Adapun solusi untuk petani kita di Praya Timur lebih-lebih di Mujur, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Dijelaskan Legewarman, selain itu pupuk juga menjadi keluhan para petani. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 tahun 2022, petani tembakau kini tidak boleh menggunakan pupuk bersubsidi lagi akibat kebijakan yang dinilai tidak  berpihak kepada masyarakat.

Jadi hal itu mengakibatkan petani terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang lebih mahal daripada pupuk yang disubsidi pemerintah. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Legewarman juga mendorong Pemda Lombok Tengah melakukan optimalisasi ketersediaan air irigasi dan pupuk mengingat air dan pupuk menjadi kendala dan keluhan para petani saat ini belum bisa seimbang output input antara modal dan usaha petani.“Pemda seharusnya sudah ada ancang-ancang dan strategi dari sekarang untuk terus memperjuangkan masyarakat petani. (Ntbexpose/04)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *